Pengarang : Dr. Ikram Abidi
“Sebagian orang berdoa
agar menikah dengan laki-laki yang mereka cintai
Doaku sedikit berbeda :
Aku dengan rendah hati memohon kepada Tuhan
agar aku mencintai laki-laki yang aku nikahi”
p
Aariz Ali adalah seorang pemuda Pakistan yang tampan, kaya dan terdidik. Ia sedang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Komal, yaitu seorang gadis yang cantik, pintar, modern dan berasal dari keluarga pengusaha yang kaya pula. Aariz sangat terobsesi untuk menjadikannya istri. Namun sayangnya, Komal berasal dari mazhab yang berbeda sehingga hubungan mereka ditentang keras oleh ibu Aariz.
Untuk itu ibunda Aariz memaksa anaknya menikah dengan seorang gadis kenalan keluarganya, bernama Zeest Zehra. Walaupun Zeest merupakan gadis desa yang lugu dan piatu sejak kecil tapi ia cerdas dan terpelajar serta sangat cantik, tapi menutupi kecantikkannya dengan Hijab.
Pernikahan pun terlaksana, walaupun begitu Aariz tidak pernah menganggap Zeest sebagai istrinya. Hubungan Aariz dan Komal tetap berlanjut. Perkawinan mereka bener-bener sangat menyiksa Zeest lahir batin, namun atas penghormatan terakhirnya kepada almarhum ayahnya, dia tetap menjadi seorang istri yang taat dan patuh. Setiap hari hanya kegilaan dan kebencian yang suaminya berikan sepanjang hidup dengannya, bahkan mereka tidak pernah berhubungan suami istri sebagaimana layaknya pasangan yang lain.
Tapi Zeest terus bersabar, bahkan saat Aariz menuntut untuk menikah dengan Komal, Zeest pun merelakan, dan berjanji akan membantu memintakan restu dari Ibu Aariz,
p
“Sebagai balasan, aku hanya memutuhkan satu hal,” Zeest menambahkan.
“Apakah itu?” tanya Aariz
“Kamu tidak menceraikanku.” lanjut Zeest.
“Aku tidak ingin memutuskan namaku dari namamu, yang aku butuhkan, aku inginkan, hanyalah …namamu, dibubuhkan pada namaku.”
“Aku akan meninggalkan rumahmu, dan aku jamin, bahwa aku tidak akan pernah kembali lagi dalam kehidupanmu yang bahagia, sungguh, kau dan istrimu tidak akan bertemu lagi denganku, tapi jangan ceraikan aku, tolonglah..”
p
Sejak itu Zeest pergi meninggalkan Aariz. Dankarena peristiwa tertentu Komal yang cemburu juga meninggalkan Aariz dan tidak pernah kembali. Keadaan ini membuat Aariz menderita tekanan batin, padahal ia juga baru saja kehilangan kedua orang tuanya dalam suatu musibah.
Karena stress Aariz masuk rumah sakit jiwa. Dua tahun direhabilitasi sampai sembuh total. Dan itu tidak lepas dari jasa seorang laki-laki yang amat dihormatinya, Paman Maulana.
Setelah sembuh, ia menyadari bahwa gadis yang paling cocok dan didambakannya adalah zeest, gadis desa yang dipilihkan ibunya untuknya. Gadis tabah, suci dan siap memberikan cinta sepenuhnya kepadanya. Namun dimanakah Aariz harus mencarinya? Bukankah ia sendiri yang telah mengusirnya 2 tahun yang lalu?
)))p
“Ada banyak bintang di langit, hanya beberapa yang cukup terang untuk bisa dilihat. Di antara bintang yang kamu abaikan itu adalah sebuah bintang yang siap untuk menyinarimu selamanya, meski pandanganmu tetap ke tempat lain”
p
“Suatu masa akan datang kala kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu telah berhenti mencintai kita tetapi karena kita telah mengetahui bahwa mereka akan lebih bahagia bila kita lepaskan”


