Idh@’s Love

Sujudku….. January 25, 2008

Filed under: Puisi — ida @ 1:08 am

Telah ku kumpulkan puing-puing malam
Dalam setiap kataku
Dalam setiap langkahku
Berbaur dan menyatu

Ingin ku kuak kelam dengan nyala
Menyibak pekat melekat
Mengurangi untaian bunga duka
Yang bertahta dalam hati

Telah ku telusuri serpihan-serpihan hati
Dalam bayang diriku
Dalam payung lorong hidupku
Untuk ku tebar di jalan laluku

Telah ku susun nafasku
Diatas tikar gelar sajadah
Meletakkan jiwa diatas sujudku
Menata desak menampak langkah
Menghapus pekat
Dengan tetes air mata yang bersimbah

Allahu Akbar
Kudekatkan diri pada-Mu
Tegakkan Iman di hati selalu
Mengabdi pada Illahi
Yang Maha Rahim

 

Kitab Cinta Yusuf Zulaikha January 25, 2008

Filed under: Novel — ida @ 1:01 am

kitab-cinta-yusuf-zulaikha.jpg

 

    • Penulis : Taufiqqurahman al-Azizy

Penerbit : DIVA Press

Halaman : 503 hal

-

 -

”Saya takut menjadi musyrik. Saya takut menyekutukan Cinta saya kepada Allah karena cinta saya kepada Yusuf. Saya rindu untuk bisa dibelai Allah, tetapi hati saya dipenuhi pula kerinduan kepada Yusuf. Apakah saya sudah menjadi manusia musyrik, ya ustadz? Tolonglah saya! Demi Allah, saya tidak kuasa untuk memilih satu cinta dari cinta dan kerinduan ini. Rindu saya untuk menggapai Wajah Allah seiring rindu saya menggapai wajah Yusuf…” 

Rintihan Zulaikha merobek-robek angkasa malam. Cinta dan kerinduan kepada Yusuf demikian mendalam. Inilah kitab cinta sang wanita muslimah kepada Yusuf, seorang pemuda muslim yang diberkati wajah yang bercahaya. Akankah takdir Illahi SWT, membimbingnya menyatukan jiwanya dengan jiwa Yusuf, sekalipun jalan cinta yang harus dilalui oleh sepasang insan ini demikian berliku? Cinta, keimanan, kerinduan, keindahan, mengamuk bersama nyala api kecemburuan, iri, kebencian, kekecewaan, kepedihan, nafsu dan amarah. Sangat mendera iman…..

 

Nafsul Muthmainnah January 9, 2008

Filed under: Novel — ida @ 3:01 am

 nafsul-muthmainnah.jpg

      (Novel Spiritual Rahasia Cinta dan Hati)

- Pengarang : Anfika Noer

- Penerbit    : DIVA Press, Yogyakarta

- Tebal         : 408 halaman

 -
Menjaga hati itu tak mudah, Sungguh,
Kalaupun bisa, belum tentu dengan dia.
Kalaupun kami telah begitu percaya diri untuk mampu,
Bukankah masih ada orang lain dengan prasangkanya?
Ingin kukatakan pada semua orang bahwa
‘tak ada apa pun antara kami’
Tak bisakah mulut bicara demikian, bila hati berkata lain?
Lalu, siapa yang mampu menjamin bisa menjaga hati banyak orang?
Ya, begitulah rahasia cinta dan hati.
Sungguh, seringkali kita kolaps bukan karena sakit,
Bukan karena miskin, tetapi karena sesuatu yang besar
telah terjadi pada lautan hati kita…
 -
 -

Bagaimanakah menjaga hati ini ketika cinta datang dengan tiba2, bahkan tanpa disadari kehadirannya…? Inilah yang dialami oleh Hasbi dan Yumna, tokoh utama dalam novel ini, dua orang yang terbiasa dengan kesungguhan menjaga hati disela-sela aktivitas kampus yang digelutinya. Bukan hal yang mudah bagi mereka ketika ’rasa’ itu hadir direlung hati.

Kejujuran itu seringkali menyakitkan. Tapi, memilih untuk munafik juga akan menyiksa perasaan. Separuh hati Yumna telah tersita untuk masalah ini. Sesak nafasnya bila ia terus memaksakan diri untuk memendamnya. Hatinya tak bisa berbohong lagi, semua ini telah jelas, tampak dari tutur kata dan perilaku. Cukup sudah satu nama itu telah mengisi hampir seluruh ruang dihatinya. Hingga, ketika keimanannya menguncup dan kesadarannya terbangun. Yumna sedang berupaya keras mencari penawar atas rasa yang tak sepantasnya ada sekarang.

 -

”Kalau saja aku tak memberikan perhatian lebih padanya, tentu ia tak berpikir lebih terhadapku. Kalau saja ia tak memberi perhatian lebih padaku, tentu aku tak berharap banyak padanya. Kalau saja ia bisa membatasi komunikasi, tentu aku bisa menjaga hati. Kalau saja aku bisa menjaga sikap, tentu ia akan bisa menjaga perilaku. Bukankah tak ada yang benar diantara kami? Sedemikian kuatkah ikatan hati kami?” bisik hati Yumna.

 

Apakah ini adalah sebuah akhir dari kisah hatinya bersama Hasbi? Atau, akan bersambung lagi. Semua tergantung dari ending Pelabuhan Terakhir yang akan Hasbi putuskan. Namun, apapun yang terjadi, sudah saatnya ia lebih bijak dalam berpijak. Kalaupun harus menata ulang secara total, maka akan dimulai dari sekarang. Yumna kembali melangkah seiring luruhnya air yang membasahi wajah. Baginya, berbagai rasa yang mengaduk hatinya selama ini telah berhasil mendewasakannya. Emosi, harapan dan kenangan, semua ingin bisa dipetik pelajaran. Tapi, salahkah bila ia tetap punya harap? Semoga ending yang akan Hasbi putuskan, tak bertolak belakang dengan harapannya. Seperti apapun keputusan Hasbi, tetap ada hikmah didalamnya. Harapan tentang Hasbi, tetap merekah dihatinya. Semoga tak ada yang salah dengan harapan dan perasaan itu.

 

 

Sejuta kisah telah habiskan tinta
Berentet cerita keringkan kantung mata
Akankah sia belaka
Ataukah berakhir di dermaga
Arungi bahtera dengan mahligai
Epilog cinta yang dinanti