Idh@’s Love

Pudarnya Pesona Cleopatra October 22, 2007

Filed under: Novel — ida @ 2:41 am

(By : Habbiburrahman El Shirazy)

cleopatra8.jpg

Sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu. Dan mereka berjanji apabila dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai.

Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.

Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama.
Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.
Impianku hanya menginginkan seorang gadis Mesir sebagai teman hidup. Dengan kecantikan gadis-gadis Mesir selalu menjadikanku terlalu obsesi, sehingga suatu malam aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra yang mempunyai anak saudara yang kebetulan dalam mimpinya itu seorang artis Mesir yang sungguh menawan dan popular.

Namun Raihana, perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku dimata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku.

Kemudian Raihana hamil. Dan memasuki usia kehamilan Raihana bulan keenam, Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan.
Kemudian aku pun mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Dalam pelatihan aku berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. Lelaki ini telah menceritakan pengalaman tentang perkawinannya dengan seorang gadis Mesir yang membuat dia rasa alangkah baiknya mengawini seorang gadis Indonesia yg sama cara hidupnya.

Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan.
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luarbiasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angin sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihana tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan airmataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap airmataku.
Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
” Mana Raihana Bu?”
Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang
Telah terjadi.
” Raihana istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya”.
“Ada apa dengan dia”.
“Dia telah tiada”.
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira. Dunia tiba-tiba gelap semua.

Mutiara Hikmah :

Kecantikan wanita bukanlah segala-galanya tanpa diiringi agama yang kuat karena istri yang solehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia.

 

My Self….. October 3, 2007

Filed under: Uncategorized — ida @ 4:18 am

Yaahhh…….aku sebenarnya nga’ ngerti nich dikasih pe-er tag-nya ama anna……tp ya udah dech, kerjakan aja walaupun soalnya (meng-explore diri sendiri…..????) susah… :(

Aku orangnya simple aja, santai, sederhana, suka bercanda, penyayang, pengertian (inilah yg paling dikagumi ”my husband“…..jgn iri ya….hehehe…), baik hati (tentu donk….), lembut n ramah (kata orang2 sich, hehehe….), suka bekerja (’cause ini sich memang tugas rutinku…),agak tertutup (kalau yang terlalu pribadi sich…) n tidak suka dengan kesombongan.
Aku orangnya juga agak penakut (terutama takut gelap n ketinggian…..hi hi hi…serem dech), kadang aku punya suatu keinginan yang kuat sehingga ingin cepat2 tercapai. O,ya aku ini salah satu orang yang ”susah tidur”, apalagi kalau siang hari……wahhh walaupun dibawa merem terus tetap nich mata nga’ mau tidur, apalagi kalo ”my baby” lagi cuap-cuap….mungkin aku kena virus insomnia ya…(Ka’mina….apa obatnya ya…???).

Waktu zaman dulu (sebelum aku b’jilbab maksudnya), orang sering mengira aku orang ”china” (JANGAN PANGGIL AKU CINA…), katanya sich karena mataku yang agak sipit….(????) tapi menurutku engga tuch (coba lihat wajahku…engga kan???). Tapi bagiku sich engga apa2 n aku tidak pernah merasa terganggu dengan semua itu, yang pasti……I,m a MOSLIM n ISLAM IS MY WAY…

Aku orangnya suka baca (apa aja yang enak n bermanfaat), juga suka yang puitis2 (hehehe….mungkin aku orangnya sedikit romantis ya…), suka nonton film korea (tapi sekarang sangat jarang sekali). Aku paling suka warna COKLAT (bahkan sering dimarahi mama karena baju2ku kebanyakan warna coklat…..hehehe, sorry ya ma abis ananda suka sich). And, aku paling tidak suka ama buah durian n malah mencium baunya pun aku mau muntah (walaupun durian adalah buah favorit banyak orang….but I don’t like it!). O,ya aku adalah penggemar ”kecap” n setiap kali mau makan pasti ”kecap” yang kucari ’cause tanpa kecap, kayaknya terasa kurang enak.

Yang terakhir….Alhamdulillah sekarang aku mempunyai keluarga yang sangat bahagia (”my husband n my baby” adalah permata2ku yang indah dan selalu ku rindukan setiap waktu…..semoga aku bisa jadi ”bidadari” dalam rumah tanggaku bagi mereka……. I LOVE U….).

Keinginanku nga’ muluk2 nich (pengen keliling dunia….pasti nga’ kesampaian dech, perlu biaya berapa ya…???), aku pengennya….. Naik Haji aja sekeluarga….doakan ya….

Kayaknya cukup dulu ya…..karena tak ada yang istimewa pada diriku yang harus diceritakan….and ”Aku hanyalah seorang Hamba Allah yang kecil n tak sempurna”.

Aaahhhh…..akhirnya selesai jg nich PR tag-nya…..wahhhh migren ku jadi kambuh nich….mau cari obat dulu nich…..Daggghhhhh………